Sumber Penghasilan Perusahaan Gojek – Tentu saja orang zaman sekarang sudah tidak asing lagi jika mendengar nama Gojek.
Ya, Gojek adalah pionir transportasi online yang saat ini berkembang sangat pesat. Gojek juga yang memperluas bisnis transportasi online sehingga muncul pesaing baru secara masal yang mengatasnamakan perusahaan yang sama.
Gojek sebagai pionir tentu memiliki banyak keunggulan karena lebih dulu mendapatkan kepercayaan dari pengguna. Maka tidak heran jika pendapatan perusahaan Gojek meningkat drastis.
Selama ini pendapatan perusahaan Gojek masih menjadi tanda tanya besar di masyarakat.
Tidak hanya mitra driver, masyarakat umum juga masih penasaran dengan sumber pendapatan yang diperoleh PT Go-Jek Indonesia sehingga bisa bertahan hingga saat ini dan jumlah penggunanya berkembang pesat.
Lantas dari mana pendapatan perusahaan Gojek berasal? Dalam hal ini bisa dikatakan sebagai sumber Pemasukan Gojek. Simak ulasan berikut ini.
Daftar Isi
4 Sumber Penghasilan Perusahaan Gojek
1. Layanan atau Jasa
Dalam dunia bisnis ini disebut sebagai aktivitas utama, sedangkan dalam industri perhotelan misalnya menyajikan makanan tentu saja merupakan aktivitas utama.
Oleh karena itu, aktivitas utama akan lebih mahal, karena itulah fokus perusahaan. Sama halnya dengan gojek, sebuah perusahaan transportasi online tentunya layanan gojek menjadi bisnis utamanya.
Mari kita coba berhitung. Misalnya, pendapatan GoJek rata-rata untuk satu pengemudi adalah 15.000 rupiah untuk setiap pesanan.
Dalam satu hari driver mendapat 5 pesanan dan misal ada 100.000 driver gojek dengan sistem bagi hasil 20% untuk gojek dan 80% untuk driver, berapa pendapatan yang didapat gojek?
Pendapatan operasional 1 hari saja berarti 15.000 x 5 x 100.000 x 20% = 1,5 miliar rupiah. Ditambah biaya bonus operasional selama satu hari (20% x 100.000 x 100.000) = 2 Milyar rupiah.
Sedangkan besarnya kerugian operasional untuk satu hari adalah 1,5 – 2 = 500 juta rupiah, belum termasuk biaya lainnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Gojek mengalami kerugian operasional sekitar Rp 1,5 miliar per bulan dan jumlah tersebut belum termasuk biaya non operasional lainnya seperti gaji dan tunjangan, biaya konstruksi, listrik, dll.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa GoJek sulit memperoleh keuntungan jika hanya berasal dari cabang utama yaitu Layanan dan Jasa.
Di sisi lain, kerugian ini ternyata membawa dampak positif, karena dengan tarif yang murah dan pelayanan yang baik, konsumen atau pengguna jasa ojek tentunya akan lebih banyak yang tertarik untuk menggunakan jasa yang ditawarkan.
Sehingga jika suatu saat rate meningkat tentunya tidak akan berdampak besar karena sudah mendapatkan kepercayaan dari pengguna.
2. Pendapatan dari Database
Sebagai perusahaan yang menggunakan basis online, GoJek sangat erat kaitannya dengan database. Gojek bekerja dengan sistem penggunaan aplikasi, jadi semakin terkenal sebuah aplikasi, semakin banyak uang yang dihasilkan perusahaan.
Ini juga berlaku untuk gojek. Selain itu, semakin banyak iklan yang tertarik untuk terlibat dengan aplikasi go-jek, sehingga go-jek dapat menetapkan harga tinggi untuk iklan yang ingin dipasang.
Perusahaan Gojek akan mendapat lebih banyak keuntungan jika lebih banyak orang membuat akun Gojek. Bagaimana mungkin?
Dengan banyaknya pengguna aplikasi gojek yang membuat akun, perusahaan gojek memiliki database nomor telepon, email, dan demografi pengguna yang baik.
Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui frekuensi penggunaan aplikasi gojek, tempat tinggal dan database lain yang terkait langsung dengan pengguna gojek.
Kekayaan database ini memungkinkan perusahaan go-jek menghasilkan pendapatan baru. Basis data dapat dijual kepada pihak ketiga untuk pendapatan tambahan.
Selain itu, perusahaan juga dapat memperluas bisnisnya tanpa mengeluarkan uang untuk pengujian pasar dan mewujudkan penghematan biaya dengan melakukan segmentasi driver go-jek ke tempat-tempat yang banyak konsumennya.
3. Kerja sama dengan Pihak Eksternal
Tidak hanya pendapatan yang dihasilkan dari layanan dan database, perusahaan go-jek juga menghasilkan pendapatan yang cukup besar dari kerjasama dengan pihak eksternal.
Perusahaan Gojek tentu bekerja sama untuk membuat jaket dan helm serta penyedia ponsel dan perangkat.
Misalnya driver Gojek harus membayar biaya awal sebesar 800.000 ribu untuk mendaftar dan mendapatkan jaket dan helm. Sedangkan dengan bermitra dengan supplier yang membuat jaket dan helm, perusahaan gojek hanya mengeluarkan biaya 300.000 rupiah untuk memproduksinya.
Jadi Gojek sudah untung 500.000 rupiah hanya untuk satu driver.
Tidak hanya jaket dan helm, tetapi juga ponsel dan operator. Sebagai perusahaan ojek online yang memiliki reputasi tinggi, Gojek tentunya berhasil menaklukkan banyak perusahaan ponsel.
Jadi perusahaan membeli telepon dengan harga lebih murah, tetapi pengemudi membayar harga normal. Sama halnya dengan provider, dengan menggunakan provider kerjasama, semua driver menggunakan provider yang sama.
Kerja sama ini tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak, yakni Gojek, tetapi juga pihak eksternal yang bekerja sama.
4. Investor
Pendapatan selanjutnya yang didapat Gojek adalah melalui investor. Saat ini banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di perusahaan start-up, termasuk Gojek.
Bahkan, Gojek telah mendapatkan investasi dari perusahaan besar seperti Farallon Capital, Warburg Prince, KKR dan juga Capital Group Private Markets.
Dengan bantuan investor, Gojek dapat terus beroperasi meski merugi di bisnis utamanya.
Dengan adanya investor, GoJek akan dengan mudah mendapatkan bantuan berupa suntikan dana dalam jumlah besar. Semua biaya yang dikeluarkan aman dan terjamin, bahkan termasuk gaji CEO gojek yang bisa dibayar dengan mudah.
Selain itu, ekspansi bisnis juga akan lebih cepat.
Dengan kata lain, investor tentu berperan besar dalam monetisasi gojek. Wajar jika semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di gojek, maka akan semakin meningkatkan pendapatan dan penghasilan perusahaan gojek tersebut.
Itu sebabnya, meski Gojek merugi dari segi bisnis utamanya, nilai aset perusahaan Gojek terus meningkat sehingga menarik banyak investor.
Padahal, pada 2016 lalu, perusahaan gojek berhasil mengalahkan transportasi konvensional yang sudah ada sejak lama. Gojek memiliki nilai saham sebesar 20 triliun rupiah.
Saat ini, nilai saham gojek secara alami terus meningkat seiring dengan popularitas gojek yang semakin meningkat. Saat ini, nilai valuasi saham Gojek bahkan sudah menyentuh 30 triliun rupiah.
Baca Juga : Kenapa Pendapatan Driver Gojek Menurun
Bagaimana dengan laporan keuangan Gojek? Nah kalau sudah begini, bisa langsung ke kantornya dan tanya-tanya, hehe. Namun, ada yang menyebut perusahaan gojek merugi hingga miliaran.
Itulah 4 sumber Penghasilan Perusahaan Gojek, perusahaan startup yang sangat terkenal di Indonesia. Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan pendapatan perusahaan go-jek karena perlu dilihat dari berbagai aspek.
Tentu pendapatan Gojek besar berkat kerja sama pihak ketiga.
Selain itu, tentunya tangan investor sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan Gojek. Karena tingginya peminat pengguna GoJek, para investor tidak takut untuk berinvestasi di saham atau berinvestasi besar di GoJek yang nilainya bahkan mencapai triliunan rupiah.
Itu sebabnya Gojek tetap untung, meski dari aspek aktivitas utama Gojek termasuk rugi.
Tips Kerja Learning ala JobSter.id
